Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

59 Korban Gedung Majelis Ambruk di Bogor Masih Jalani Perawatan

Skintific

Bogor – 59 Korban Gedung Peristiwa ambruknya sebuah gedung majelis di Bogor beberapa hari lalu masih meninggalkan duka yang mendalam bagi masyarakat.

Hingga kini, tercatat 59 orang korban masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit di wilayah Bogor dan sekitarnya.

Skintific
59 Korban Gedung
59 Korban Gedung

 

Baca Juga : Tradisi Toleransi Pulo Geulis dalam Cap Go Meh di Kota Bogor

Gedung majelis yang digunakan untuk kegiatan keagamaan dan pertemuan komunitas itu ambruk secara tiba-tiba saat sedang digunakan.

Ratusan orang dilaporkan hadir di dalam gedung saat kejadian, yang berlangsung pada sore hari menjelang magrib.

Suara runtuhan disertai teriakan panik membuat warga sekitar segera berhamburan menuju lokasi untuk menolong.

Tim SAR, pemadam kebakaran, dan relawan kemanusiaan segera diterjunkan tak lama setelah laporan masuk ke pos tanggap darurat.

Proses evakuasi berlangsung hingga larut malam karena banyak korban terjebak di bawah puing-puing beton dan kayu bangunan.

Sebagian besar korban mengalami luka-luka mulai dari ringan hingga berat, termasuk patah tulang, luka di kepala, dan trauma dada.

Dinas Kesehatan Bogor telah mengerahkan semua sumber daya untuk menangani korban dan memberikan perawatan terbaik.

Beberapa korban sempat dirujuk ke rumah sakit besar di Jakarta karena memerlukan penanganan ini

Hingga hari ini, suasana di rumah sakit masih dipenuhi keluarga korban yang menanti kabar kondisi orang terdekat mereka.

Salah satu keluarga korban mengaku trauma dan berharap agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di masa depan.

“Kami tidak menyangka bangunan yang selama ini digunakan secara rutin bisa roboh begitu saja,” ujar seorang kerabat korban.

Wali Kota Bogor langsung mengunjungi para korban dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang terdampak.

Dokter menyatakan bahwa waktu pemulihan bisa bervariasi tergantung pada tingkat cedera dan kondisi kesehatan masing-masing pasien.

Trauma pascakejadian menjadi perhatian utama karena banyak korban mengalami gangguan tidur dan kecemasan berlebih.

Selain itu, beberapa korban yang selamat mengaku enggan kembali mengikuti kegiatan keagamaan dalam ruangan dalam waktu dekat.

Skintific