Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Tahanan Pencuri Kabel di Bogor Butuh Tindakan Medis, Polisi Fasilitasi

Skintific

Bogor – Tahanan Pencuri  kabel di Kota Bogor, Jawa Barat, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami kondisi kesehatan yang memburuk saat berada di tahanan. Tahanan yang berinisial AS (30) itu diduga menderita penyakit dalam yang memerlukan perawatan medis segera. Pihak Kepolisian Resor Bogor (Polres Bogor) segera mengambil langkah untuk memastikan kesehatannya dengan memfasilitasi tindakan medis di rumah sakit terdekat.

Tahanan Pencuri Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa (9/12), beberapa hari setelah AS ditangkap bersama dengan rekannya yang juga terlibat dalam kasus pencurian kabel di sebuah proyek pembangunan di wilayah Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Mereka ditangkap setelah melakukan aksi pencurian kabel milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang dipasang di area proyek, yang mengakibatkan kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Skintific

Kronologi Penangkapan dan Penahanan Tersangka

AS dan rekannya ditangkap pada awal Desember 2025 setelah pihak kepolisian menerima laporan dari warga yang melihat aksi pencurian tersebut. Kedua pelaku saat itu sedang mencuri kabel listrik di area proyek pembangunan jalan di Kecamatan Dramaga. Mereka diduga telah mencuri kabel sepanjang lebih dari 300 meter yang digunakan untuk penerangan jalan, menyebabkan gangguan dalam sistem kelistrikan di kawasan tersebut.

Setelah penangkapan, kedua tersangka langsung dibawa ke Mapolres Bogor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selama pemeriksaan, AS mengeluhkan kondisi kesehatannya yang semakin menurun, dengan gejala seperti sakit perut yang hebat dan pusing yang disertai mual. Petugas yang menangani kasus ini segera memutuskan untuk membawa AS ke rumah sakit terdekat agar bisa mendapat perawatan yang dibutuhkan.

Kondisi Kesehatan Tersangka yang Memburuk

Tahanan Pencuri
Tahanan Pencuri

Baca Juga : 2 Rumah di Bogor Rusak Diterjang Angin Kencang, 4 Orang Mengungsi

 

 

Menurut keterangan Kapolres Bogor, AKBP Yusri Handoko, pihak kepolisian sangat memperhatikan kondisi kesehatan para tahanan, apalagi jika ada indikasi bahwa tahanan membutuhkan penanganan medis segera. “Kami selalu memantau kesehatan setiap tahanan di sel, dan jika ada yang mengalami gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan medis, kami akan segera mengambil tindakan yang diperlukan,” ujar Yusri dalam wawancara dengan wartawan pada Rabu (10/12).

AS yang sebelumnya tidak menunjukkan keluhan kesehatan yang serius, ternyata menderita penyakit dalam yang perlu segera ditangani. “Setelah ditangkap dan dimasukkan ke dalam sel, AS mengeluhkan sakit perut yang cukup parah. Tim medis yang ada di Polres kemudian memeriksanya dan merekomendasikan agar ia segera dirawat di rumah sakit,” lanjut AKBP Yusri.

Setelah mendapatkan izin dari pihak kejaksaan dan keluarga, polisi memutuskan untuk membawa AS ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pihak rumah sakit kemudian melakukan serangkaian pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatan AS dan memberikan penanganan yang diperlukan.

Langkah Polisi dalam Menjamin Hak Tahanan

Kasus ini mencuat sebagai contoh perhatian polisi terhadap hak-hak tahanan, termasuk hak untuk mendapatkan perawatan medis. Pihak Polres Bogor menegaskan bahwa meskipun AS adalah tersangka dalam kasus pencurian kabel, hak-haknya sebagai warga negara tetap dijamin, termasuk hak atas kesehatan.

“Hak untuk mendapatkan perawatan medis adalah hak setiap warga negara, termasuk para tersangka yang tengah menjalani proses hukum. Polisi wajib memastikan bahwa tahanan mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” ujar Yusri.

Penyebab Penyakit yang Diderita Tersangka

Menurut hasil pemeriksaan awal dari tim medis RSUD Kota Bogor, AS diduga menderita gangguan pencernaan kronis yang telah lama dideritanya. Sakit perut yang dikeluhkannya kemungkinan besar disebabkan oleh infeksi atau masalah pada saluran pencernaan, yang perlu dilakukan perawatan lebih lanjut.

Meskipun demikian, tim medis di rumah sakit mengungkapkan bahwa kondisi AS tidak terlalu parah dan tidak dalam kondisi kritis.

Namun, kondisinya saat ini sudah stabil setelah diberikan obat-obatan,” ujar Dr. Amir, dokter yang menangani AS di RSUD Kota Bogor.

Kerugian yang Ditimbulkan dari Pencurian Kabel

Kasus pencurian kabel ini sendiri menambah daftar panjang tindakan kriminal yang merugikan negara dan masyarakat.

Tahanan Pencuri Respons Masyarakat terhadap Kasus Ini

Kasus pencurian kabel dan perhatian terhadap kesehatan tahanan ini mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat. Sebagian besar warga mengapresiasi langkah cepat yang diambil oleh pihak kepolisian untuk memberikan perawatan medis kepada tersangka.

Namun, di sisi lain, ada juga warga yang merasa prihatin dengan tingginya angka kejahatan pencurian kabel yang terjadi di kawasan tersebut. “Pencurian kabel memang sudah menjadi masalah lama di sini.

Penutupan

Polisi dan pihak terkait akan terus mengusut kasus ini dan memastikan proses hukum berjalan dengan adil dan transparan. Dengan adanya perhatian terhadap kesejahteraan tahanan, diharapkan proses penegakan hukum di Indonesia dapat berjalan dengan lebih baik dan berkeadilan.

Skintific