Koran Bogor – Kapolres Bogor menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pelaku tawuran yang memanfaatkan momen Sahur On The Road (SOTR) sebagai kedok aksi kekerasan. Ia memastikan jajaran kepolisian meningkatkan patroli dan pengawasan di sejumlah titik rawan selama bulan Ramadan.

Dalam keterangannya, Kapolres yang memimpin wilayah Kabupaten Bogor itu menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, kegiatan SOTR seharusnya menjadi ajang berbagi dan mempererat silaturahmi, bukan malah dijadikan alasan untuk melakukan tawuran atau konvoi yang meresahkan.
Baca Juga : Kapolres Bogor: Tindak tegas pelaku tawuran berkedok SOTR
Polres Bogor telah memetakan lokasi-lokasi yang kerap menjadi titik kumpul remaja saat SOTR. Patroli gabungan bersama TNI dan Satpol PP digelar secara rutin, terutama pada malam hingga dini hari menjelang sahur. Aparat juga menyiagakan personel di jalur-jalur utama dan kawasan permukiman padat penduduk.
Kapolres menegaskan bahwa pelaku tawuran akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Jika pelaku masih di bawah umur, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan orang tua dan sekolah untuk pembinaan lebih lanjut. Namun, tindakan tegas tetap akan diberikan guna memberikan efek jera.
Selain penindakan, Polres Bogor juga melakukan pendekatan preventif melalui sosialisasi ke sekolah dan komunitas pemuda. Polisi mengajak para orang tua untuk mengawasi aktivitas anak-anaknya selama Ramadan agar tidak terlibat dalam aksi yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Kapolres Bogor berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga situasi tetap kondusif. Ia meminta warga segera melaporkan jika melihat indikasi tawuran atau konvoi liar yang berpotensi mengganggu ketertiban.
Dengan langkah preventif dan penegakan hukum yang tegas. Kapolres Bogor optimistis suasana Ramadan di Kabupaten Bogor dapat berlangsung aman, nyaman, dan penuh keberkahan tanpa aksi tawuran berkedok SOTR.






