Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

2.000 Warga bogor Terdampak Kekeringan, BPBD Pasok 15 Ribu Liter Air Bersih

Skintific

Bogor – 2.000 Warga bogor Terdampak di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, dilaporkan mengalami krisis air bersih — kekeringan yang signifikan muncul akibat menurunnya intensitas hujan berkepanjangan.

Puluhan desa dan kampung di Jonggol terdampak, dengan kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan masak menjadi terganggu.

Skintific

Menurut BPBD Kabupaten Bogor, distribusi bantuan dilakukan segera setelah laporan intern diterima dari masyarakat dan aparat desa.

Total bantuan air bersih yang disediakan mencapai 15.000 liter, dipasok dalam beberapa rit—jumlah cukup terbatas dibanding kebutuhan total warga terdampak. (berdasarkan data yang dikemukakan dalam laporan)

2.000 Warga bogor Terdampak
2.000 Warga bogor Terdampak

Baca Juga : Tanah Longsor Sebabkan Banjir di Bogor Semalam, 109 Rumah Terdampak

Di beberapa dusun lain seperti di Desa Sukasirna atau Sukanegara, kesulitan air mencapai angka sekitar 1.880 jiwa atau 465 KK.

BPBD juga mencatat dampak di dua kampung Desa Pojok Salak dengan total 1.399 jiwa, terbagi atas RT‑RT tertentu.

BPBD Kabupaten Bogor menjelaskan bahwa secara umum sejak Juni hingga Agustus 2024 telah menyalurkan total 70.000 liter air bersih khusus ke kecamatan Jonggol, dari total 225.000 liter untuk seluruh Kabupaten.

Maka pasokan 15.000 liter merupakan bagian dari pengiriman rutin BPBD selama musim kemarau.

Permasalahan kekeringan ini menjadi lebih parah ini

Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, memperingatkan masyarakat akan risiko berkurangnya debit mata air dan keringnya sumur akibat struktur batuan dasar yang tipis.

Dalam aspek sosial, warga mengaku terpaksa membeli air galon untuk konsumsi dasar karena air sumur tidak layak minum.

Namun tidak semua warga mampu membeli air galon, sehingga air bersih dari BPBD sangat membantu meski jumlahnya terbatas.

Beberapa RT di Jonggol bahkan sudah membentuk sistem toren komunitas sebagai antisipasi kekeringan tahunan.

Efisiensi distribusi menjadi tantangan logistik, karena akses lokasi yang jauh dan kondisi jalan pedesaan. BPBD biasanya bekerja sama dengan aparat desa dan perangkat kecamatan.

Penyaluran air ini merupakan upaya jangka pendek, belum menyelesaikan akar masalah kerentanan air di Jonggol.

Skintific