Bogor – Cucu di Bogor Kasus tragis kembali menggemparkan warga Bogor setelah terungkap bahwa seorang cucu nekat merencanakan pembunuhan terhadap nenek dan pamannya sendiri.
Peristiwa mengenaskan ini terjadi di sebuah kawasan padat penduduk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan kini menjadi sorotan publik.
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, pelaku yang masih berusia 20-an tahun ternyata telah menyusun rencana jahatnya sejak beberapa minggu sebelum kejadian.

Baca Juga : Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Kurir Paket di bogor Timur
Pelaku tinggal serumah dengan korban, yakni nenek yang sudah lanjut usia dan pamannya yang sehari-hari berjualan di kios kecil milik keluarga.
Motif utama pelaku diduga kuat karena sakit hati dan persoalan warisan yang tak kunjung mendapat kepastian.
ini Namun, penyidik tidak menutup kemungkinan ada faktor kejiwaan yang mempengaruhi pelaku dalam mengambil keputusan ekstrem tersebut.
Dalam kronologi kejadian, pelaku pertama kali menyerang sang paman saat pagi hari ketika kios baru dibuka.
ini Ia menggunakan benda tumpul dan senjata tajam untuk melukai korban secara brutal hingga tak sadarkan diri.
Setelah itu, pelaku bergegas naik ke lantai atas rumah untuk menyerang neneknya yang saat itu sedang bersiap-siap untuk beribadah.
Nenek yang sudah renta itu tak mampu melawan ketika pelaku menghantamkan benda keras ke tubuhnya secara membabi buta.
Setelah memastikan kedua korban tak lagi bernyawa, pelaku membakar kios untuk menghilangkan jejak dan menciptakan alibi bahwa ini adalah kebakaran biasa.
Api cepat menyebar karena di dalam kios terdapat banyak bahan mudah terbakar seperti plastik, kardus, dan barang dagangan lainnya.
Warga sekitar yang melihat kobaran api langsung berteriak dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Petugas pemadam kebakaran yang tiba sekitar 15 menit kemudian langsung melakukan pendinginan dan pemadaman total.
Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi.
ini Ia mengaku telah menyusun rencana pembunuhan ini karena merasa tertekan dengan konflik keluarga yang berkepanjangan.





