Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Ciampea Bogor, 1 Pria Lansia Terluka

Skintific

Bogor – Pohon Tumbang Timpa Hujan deras disertai angin kencang kembali melanda wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin sore (tanggal disesuaikan).

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa rumah warga di wilayah Ciampea.

Skintific

Insiden terjadi sekitar pukul 16.30 WIB di Kampung Dukuh, Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea.

Pohon Tumbang Timpa
Pohon Tumbang Timpa

 

Baca Juga : Curi Motor Mahasiswi di Bogor Partner in Crime Diringkus Warga

Pohon yang tumbang diketahui berdiameter hampir satu meter dan telah berdiri puluhan tahun di tepi jalan dekat permukiman.

Akibat kejadian ini, satu unit rumah mengalami kerusakan cukup parah, khususnya pada bagian atap dan ruang tamu.

ini Tak hanya itu, seorang pria lansia bernama Haji Darta (72), penghuni rumah tersebut, mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan atap.

Menurut saksi mata, kejadian berlangsung sangat cepat saat hujan turun deras disertai angin yang sangat kencang.

“Saya lagi di dapur, tiba-tiba ada suara ‘bruk’ keras banget. Begitu saya lari ke depan, pohon sudah roboh nindihin rumah Pak Haji,” ujar seorang warga, Wawan (38).

Warga sekitar langsung bergegas menolong korban yang sempat terjebak di dalam rumah selama beberapa menit.

Korban berhasil dievakuasi dan segera dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Berdasarkan keterangan petugas medis, Haji Darta mengalami luka di bagian punggung dan kepala akibat tertimpa material kayu dan genting.

Meski terluka, kondisinya dilaporkan stabil dan saat ini tengah dalam proses pemulihan.

Rumah yang tertimpa pohon mengalami kerusakan di beberapa titik, termasuk plafon, kusen pintu, dan perabot rumah tangga.

Selain itu, jaringan listrik di rumah tersebut juga mengalami gangguan karena kabel tertarik akibat tumbangnya pohon.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.

Mereka bersama warga dan aparat desa melakukan evakuasi pohon menggunakan alat manual dan mesin pemotong.

Proses evakuasi berlangsung selama hampir tiga jam karena ukuran pohon yang sangat besar dan posisi yang sulit dijangkau.

Skintific