Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Truk Kontainer Nyangkut di Kolong Jembatan Air Simpang Kedunghalang Bogor

Skintific

Bogor – Truk Kontainer Nyangkut Warga dan pengendara di sekitar Simpang Kedunghalang, Bogor Utara, kembali dibuat heboh pagi tadi. Sebuah truk kontainer berukuran besar nyangkut di bawah jembatan saluran air, yang memang dikenal punya clearance rendah alias “jebakan klasik” bagi kendaraan tinggi.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, saat arus lalu lintas mulai padat. Truk kontainer yang mengangkut logistik dari arah Cibinong menuju kawasan industri di Bogor Timur, tampaknya tidak menyadari batas ketinggian jembatan, yang hanya sekitar 2,8 meter.

Skintific

Bukan Sekadar Nyangkut, Tapi Macet Parah

Seperti adegan deja vu, truk tersebut tersangkut cukup parah, dengan bagian atas kontainer menghantam sisi bawah jembatan. Akibatnya, truk tidak bisa maju maupun mundur. Arus lalu lintas dari kedua arah pun tersendat hampir dua jam.

“Setiap tahun ada aja truk yang nyangkut. Padahal sudah ada rambu tinggi maksimal. Tapi ya gitu… entah nggak lihat, atau maksa lewat,” ujar Budi (42), warga sekitar yang sudah hafal dengan drama jembatan ini.

Truk Kontainer Nyangkut
Truk Kontainer Nyangkut

Baca Juga : Diduga Hindari Patroli Pelaku Tawuran di Bogor Loncat ke Sungai

Petugas dari Dinas Perhubungan dan kepolisian lalu lintas cepat turun ke lokasi. Proses evakuasi menggunakan alat berat dilakukan sekitar pukul 09.20 WIB, dan truk berhasil dikeluarkan dari kolong jembatan menjelang pukul 10.00.


Jembatan Ini Langganan ‘Korban’

Jembatan air di kawasan Kedunghalang memang sering kali makan korban kendaraan tinggi. Meski sudah dipasangi rambu batas ketinggian dan cat kuning-hitam di bagian lengkung jembatan, tetap saja setiap beberapa bulan ada truk atau bus besar yang nyangkut.

Hal ini memunculkan pertanyaan lama yang belum kunjung dijawab tuntas:
Apakah perlu solusi permanen—seperti pembatas fisik, penurunan jalan, atau pengalihan jalur truk berat?

Sopir truk yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa ia baru pertama kali melewati jalur tersebut.

“GPS ngarahinnya lewat sini. Saya kira masih aman, tapi pas lihat cermin sudah telat, atasnya mentok,” katanya dengan nada pasrah.

Hal ini mengingatkan kita pada pentingnya tidak hanya mengandalkan aplikasi navigasi, tetapi juga membaca kondisi jalan secara manual dan memperhatikan rambu—terutama bagi sopir kendaraan besar.


Netizen + Warga: Gabungan Kesal dan Komedi

Seperti biasa, warga sekitar dan netizen tidak tinggal diam. Foto-foto truk nyangkut langsung viral di media sosial. Beberapa komentar bahkan bernada lucu:

“Kayaknya jembatan itu perlu akun Instagram sendiri, saking seringnya masuk berita.”

“Bogor bukan cuma kota hujan, tapi kota truk nyangkut.”

Namun di balik canda, tersimpan rasa frustrasi karena insiden seperti ini terus berulang dan mengganggu aktivitas harian warga.


Penutup: Masih Butuh Alarm?

Truk nyangkut di bawah jembatan bukan lagi berita baru di Bogor, tapi jika terus terjadi, mungkin ini saatnya jadi prioritas. Entah dengan sistem peringatan otomatis, portal besi pembatas, atau bahkan pengawasan jalur truk lebih ketat.

Karena jembatan memang tidak bisa naik—tapi truk bisa diarahkan.
Dan warga… berhak atas jalanan yang bebas macet karena hal-hal yang seharusnya bisa dicegah.

Skintific