Bogor – Rumah Rusak Imbas Puting wilayah Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor diguncang cuaca ekstrem berupa angin puting beliung disertai hujan, yang menerjang permukiman warga di dua desa utama: Desa Bojonggede dan Desa Kedung Waringin.

Baca Juga : Air Sungai Cipakancilan Bogor Berubah Jadi Merah, Dinas LH Cari Penyebabnya
Ketua RT setempat, Nurdin, menyebut bahwa sekitar pukul 13.00 WIB awan gelap terlihat menggulung dari arah selatan, dan angin datang dengan intensitas cukup kuat hingga membuat warga panik serta berlarian dari rumah.
Awalnya laporan menyebut sekitar 20 unit rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat atap terangkat dan plafon rusak.
Namun, seiring pendataan lanjutan, angka kerusakan terus bertambah—meningkat signifikan hingga mencapai 62 unit rumah di beberapa kampung terdampak. (Catatan: angka 62 unit masih perlu verifikasi resmi dari pihak BPBD)
Dampak Kerusakan
-
Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap dan plafon rumah, dengan material seperti lembaran asbes terangkat, genteng bergeser, dan sebagian atap rumah terbuka.
-
Beberapa rumah mengalami kerusakan ringan dan masih dapat ditinggali; namun ada pula yang memerlukan perbaikan segera untuk memastikan layak huninya.
Warga: Kisah & Situasi
“Saya lihat dari arah selatan duluan anginnya lalu bergerak ke sini. Saya teriak ke warga ‘keluar… keluar…’ tapi anginnya malah ke rumah kami,” kata Nurdin, Ketua RT.
Warga lainnya menceritakan bahwa meski hujan belum turun saat angin datang, kecepatan angin cukup kuat untuk menerbangkan lembaran atap rumah. Langkah Penanganan
-
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bogor (BPBD Kab Bogor)
-
Camat Bojonggede menyatakan dua desa serta empat kampung terdampak dan meminta warga untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang mungkin berulang.
Catatan Penting & Rekomendasi
-
Angin puting beliung di wilayah padat pemukiman seperti Bojonggede menunjukkan kerentanan wilayah suburban yang berbatasan dengan area terbuka atau bukit terdekat—di mana angin bisa memperkuat alirannya.
-
Penting bagi warga memiliki jalur evakuasi cepat, terutama saat angin tiba tanpa hujan terlebih dahulu—warga di lokasi melaporkan angin datang saat hujan belum turun.
-
Pemerintah desa dan kecamatan harus memperkuat sistem peringatan dini, seperti sirene atau grup WhatsApp warga, sehingga saat muncul awan gelap bergerak cepat, warga bisa mempersiapkan diri.
-
Perbaikan rumah pasca‐bencana harus mempertimbangkan material tahan angin seperti baut atap yang kokoh, pemasangan ventilasi yang baik, dan pengikatan kuat pada rangka atap.
Penutup
Kejadian angin puting beliung di Bojonggede kemarin bukan sekadar peristiwa cuaca ekstrem biasa—ia menjadi pengingat bahwa pemukiman cepat berkembang pun tetap rentan terhadap bencana alam.
Semoga proses pemulihan berjalan cepat dan masyarakat terdampak dapat kembali tinggal dengan aman dan nyaman.






