Bogor – Tersengat Listrik Kuli Insiden mengejutkan terjadi di wilayah Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (26/10/2025). Seorang pekerja bangunan dilaporkan tersengat listrik bertegangan tinggi saat sedang bekerja di lantai dua sebuah rumah yang tengah direnovasi. Akibat kejadian tersebut, korban sempat terpental beberapa meter dan mengalami luka bakar di bagian tangan serta dada.
Kronologi Kejadian

Baca Juga : Buntut Panjang Sopir Angkot Bogor Ricuh hingga Pukul Dishub
Baca Juga : Buntut Panjang Sopir Angkot Bogor Ricuh hingga Pukul Dishub
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 10.30 WIB di kawasan Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara. Menurut keterangan warga, korban — yang diketahui bernama Roni (32), asal Cianjur — tengah memasang rangka besi untuk atap bangunan
Saat memindahkan batang besi, tanpa sadar ujung besi tersebut menyentuh kabel listrik tegangan menengah di dekat bangunan. Seketika terdengar bunyi letupan keras, disusul percikan api yang membuat para pekerja di lokasi panik.
“Saya kaget, tiba-tiba ada suara ‘dorr!’ dan percikan api. Korban langsung terpental jatuh ke bawah, untung tidak sampai ke lantai dasar,” ujar Rahmat, warga sekitar yang menjadi saksi mata.
Korban Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit
Setelah kejadian, rekan-rekan korban segera berlari menolong. Roni sempat tak sadarkan diri selama beberapa menit sebelum akhirnya mulai merespons. Luka bakar tampak jelas di bagian tangan kanan, dada, dan sebagian wajahnya.
Warga sekitar kemudian mengevakuasi korban menggunakan mobil bak terbuka menuju RSUD Kota Bogor untuk mendapatkan perawatan medis. Petugas medis yang memeriksa mengatakan, korban mengalami luka bakar derajat dua, namun nyawanya berhasil diselamatkan.
“Saat datang, kondisinya lemah dan masih syok. Kami berikan penanganan cepat, termasuk cairan infus dan perawatan luka bakar,” ujar salah satu petugas IGD.
Pihak PLN dan Kepolisian Turun ke Lokasi
Mengetahui kejadian ini, petugas PLN dan kepolisian sektor Bogor Utara segera mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan. Petugas PLN memutus sementara aliran listrik di sekitar tempat kejadian guna mencegah insiden serupa.
“Dari hasil pemeriksaan awal, korban tersengat karena batang besi menyentuh kabel udara yang belum berjarak aman dari lokasi kerja,” ungkap Kapolsek Bogor Utara, Kompol Dedi Santoso.
Polisi juga akan memeriksa pihak kontraktor terkait standar keselamatan kerja (K3) di lokasi pembangunan.
Kurangnya Pengawasan Jadi Faktor Risiko
Insiden seperti ini bukan kali pertama terjadi. Menurut pengamat ketenagakerjaan, kecelakaan akibat listrik di proyek bangunan kerap disebabkan oleh kurangnya pelatihan dan pengawasan keselamatan kerja.
Banyak pekerja di lapangan tidak dibekali alat pelindung diri (APD) yang memadai, seperti sarung tangan isolator, sepatu safety, atau helm pelindung. Selain itu, jarak antara area kerja dan kabel listrik sering diabaikan.
“Padahal, bekerja dekat jaringan listrik seharusnya disertai pengawasan ketat dan izin dari PLN. Kalau tidak, risikonya bisa fatal,” ujar Irwan Setiawan, konsultan keselamatan kerja di Bogor.
Warga Minta Pemerintah Perketat Pengawasan Proyek
Warga sekitar berharap pihak berwenang lebih ketat dalam memantau proyek-proyek konstruksi, terutama yang berada dekat jaringan listrik. Selain berbahaya bagi pekerja, potensi korsleting bisa menimbulkan kebakaran yang merugikan lingkungan sekitar.
“Kami takut kejadian seperti ini terulang. Harus ada teguran keras untuk kontraktor yang lalai,” kata seorang warga bernama Lilis (45).
Kondisi Korban Mulai Stabil
Hingga Minggu sore, pihak rumah sakit memastikan kondisi Roni berangsur membaik. Ia sudah mulai sadar penuh dan dapat berkomunikasi dengan keluarga. Meski begitu, dokter masih akan mengawasi pemulihan luka bakar dan kondisi saraf akibat sengatan listrik.
“Korban masih dirawat di ruang observasi. Luka bakarnya cukup luas, tapi kondisinya stabil,” kata dokter jaga RSUD Bogor.
Penutup
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para pekerja konstruksi dan pemilik proyek agar lebih memperhatikan faktor keselamatan. Bekerja di sekitar instalasi listrik tanpa perlindungan yang memadai bisa berujung fatal.






