Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Kala Mojang Lodaya Turun Gunung Patroli Atur Lalu Lintas di CFD Bogor

Skintific

Bogor – Kala Mojang Lodaya suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan Sudirman, Bogor, terasa sedikit berbeda. Di antara riuh warga yang berolahraga dan menikmati udara segar, tampak sejumlah polisi wanita (polwan) dengan seragam biru muda dan topi khas menebar senyum sembari meniup peluit.
Mereka bukan sekadar menjaga ketertiban, tapi menghadirkan pesona tersendiri — merekalah “Mojang Lodaya”, pasukan polwan cantik dan tangguh yang kini jadi sorotan di Kota Hujan.


 Senyum yang Menertibkan Jalan

“Mojang Lodaya” bukan tim sembarangan. Mereka adalah polisi wanita pilihan dari Polresta Bogor Kota, dilatih untuk bertugas di lapangan dengan tanggung jawab penuh — mulai dari pengaturan lalu lintas, patroli jalan, hingga edukasi keselamatan bagi masyarakat.

Skintific

Di CFD Bogor, mereka turun langsung mengatur arus kendaraan di titik-titik strategis seperti Tugu Kujang, Air Mancur, hingga Jalan Jalak Harupat.
Senyum ramah mereka membuat suasana tertib terasa hangat. Tak jarang, warga yang lewat menyapa dan meminta foto bersama.

“Biasanya yang jaga polisi cowok, sekarang ada mbak-mbak polwan, jadi suasananya beda — adem tapi tetap tegas,” ujar Dani, warga Bogor yang rutin olahraga di CFD.


Antara Tugas, Dedikasi, dan Citra Humanis Polisi

Program Mojang Lodaya sebenarnya bukan hanya soal kehadiran polwan di jalanan, tapi juga bagian dari gerakan humanisasi Polri.
Melalui pendekatan yang lembut namun disiplin, mereka ingin menampilkan wajah polisi yang lebih bersahabat dengan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat merasa nyaman dan aman, bukan takut. Tugas kami bukan hanya menindak, tapi juga mengedukasi,” ujar Aiptu Rani, salah satu Mojang Lodaya yang memimpin patroli pagi itu.

Kala Mojang Lodaya
Kala Mojang Lodaya

Baca Juga : Rumah Rusak Imbas Puting Beliung di Bojonggede Bogor Bertambah Jadi 62

Mereka pun tak segan membantu warga yang kesulitan menyeberang, menertibkan pesepeda yang melanggar jalur, hingga menenangkan anak-anak yang tersesat dari orang tuanya.


Dikejar Warga, Bukan Karena Salah, Tapi Karena Kagum

Menariknya, Mojang Lodaya kini justru menjadi ikon baru di setiap CFD Bogor. Banyak warga yang datang bukan hanya untuk olahraga, tapi juga sekadar menyapa atau berfoto bersama mereka.
Unggahan foto polwan Lodaya di media sosial sering viral dengan caption lucu seperti “Senyumnya bikin lalu lintas lancar” atau “Kalau disapa Mojang Lodaya, pengen ditilang tiap minggu.”

“Kami anggap itu sebagai bentuk kedekatan dengan masyarakat. Yang penting, tetap tertib dan taat aturan,” kata Rani sambil tersenyum.


Di Balik Seragam: Keringat, Dedikasi, dan Rasa Bangga

Meski terlihat anggun di lapangan, tugas para Mojang Lodaya tak ringan. Mereka sudah bersiap sejak pukul lima pagi, melakukan briefing, memastikan jalur aman, hingga tetap siaga ketika CFD selesai dan arus kendaraan kembali normal.

Teriknya matahari tak menghapus senyum mereka. Di balik kacamata hitam dan topi brim hat, ada rasa bangga menjalankan tugas untuk kota yang mereka cintai.

“Capek pasti, tapi begitu lihat warga tertib dan senang, semuanya terbayar,” ujar salah satu anggota muda Mojang Lodaya yang baru bergabung tahun ini.


Lebih dari Sekadar Polisi Wanita

Kehadiran Mojang Lodaya kini menjadi simbol baru: bahwa ketegasan bisa hadir bersama kelembutan, dan wibawa tak harus dengan amarah.
Program ini juga mendorong partisipasi perempuan dalam menjaga keamanan publik, memperkuat citra positif Polri di mata masyarakat.

Selain patroli, Mojang Lodaya juga aktif dalam kegiatan sosial seperti kampanye keselamatan lalu lintas di sekolah-sekolah, pemberian edukasi bagi pengendara muda, dan bagi-bagi masker serta bunga di momen tertentu.


 Penutup: Ketika Ketegasan Bertemu Pesona

Pagi di CFD Bogor tak hanya tentang jogging, sepeda, dan kulineran. Tapi juga tentang perempuan-perempuan tangguh berseragam biru yang berdiri di persimpangan, meniup peluit dengan penuh dedikasi.

Mereka adalah wajah lain dari pelayanan publik yang humanis — yang menertibkan dengan senyum, menegur dengan sopan, dan melindungi dengan hati.

Skintific