Bogor – Hujan Deras Bikin Banjir yang mengguyur kawasan Cigombong, Bogor, pada Sabtu malam (22 November 2025), mengakibatkan banjir besar di sejumlah wilayah dan merusak sejumlah rumah warga.
Banjir yang terjadi secara tiba-tiba menyebabkan dinding rumah warga di beberapa titik jebol dan arus air yang sangat deras menggenangi pemukiman warga.
Sebanyak ratusan rumah terdampak, sementara sebagian warga harus dievakuasi untuk menghindari bahaya lebih lanjut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor menyatakan bahwa banjir ini terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa jam, serta buruknya sistem drainase di kawasan tersebut.
Hujan Deras Sebabkan Banjir Tiba-Tiba
Berdasarkan laporan dari BPBD Kabupaten Bogor, hujan lebat yang mengguyur daerah Cigombong dimulai pada sekitar pukul 18.00 WIB dan berlangsung hampir tanpa henti hingga malam hari. Akibat intensitas hujan yang sangat tinggi, sungai yang melintasi kawasan Cigombong meluap, menyebabkan air masuk ke pemukiman warga dengan sangat cepat. Di beberapa titik, genangan air mencapai ketinggian lebih dari 1 meter, merendam rumah-rumah warga.
Menurut Slamet Raharjo (45), salah satu warga Cigombong yang terdampak, banjir datang dengan sangat cepat. “Tadi malam hujan sangat deras, tiba-tiba air mulai masuk ke rumah saya. Sekitar 30 menit setelah itu, dinding rumah saya yang terbuat dari batu bata jebol karena tergerus arus air. Saya dan keluarga langsung berlari keluar untuk menyelamatkan diri,” kata Slamet dengan wajah yang masih terlihat cemas saat ditemui di posko pengungsian.
Hujan Deras Bikin Banjir yang terjadi juga menyebabkan jalan utama Cigombong terputus, mempersulit akses keluar-masuk ke wilayah tersebut. Beberapa kendaraan yang terjebak banjir juga dilaporkan mengalami kerusakan. Sebagian besar warga yang terperangkap di dalam rumah mereka harus menunggu bantuan dan evakuasi dari petugas.
Dinding Rumah Warga Jebol, Kerusakan Cukup Parah

Baca Juga : Tak Kuat Nanjak Truk di Bogor Mundur hingga Tabrak Tempat Cuci Mobil
Salah satu dampak terbesar dari banjir ini adalah kerusakan fisik pada rumah warga. Banyak rumah dengan dinding yang terbuat dari batu bata atau material semi permanen mengalami kerusakan serius, terutama pada bagian dinding yang jebol karena derasnya aliran air. Tak hanya itu, banyak perabotan rumah tangga yang rusak dan barang-barang pribadi warga yang terbawa arus.
Eka Widianto (38), seorang warga Cigombong yang rumahnya rusak parah akibat banjir, menceritakan, “Rumah saya bagian belakang langsung jebol, air masuk begitu saja. Semua perabotan saya rusak, bahkan sebagian peralatan elektronik dan pakaian juga hilang terbawa air. Saya tidak menyangka banjir bisa datang secepat itu.”
BPBD Kabupaten Bogor melaporkan bahwa setidaknya ada 50 rumah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir tersebut. Banyak warga yang kini terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti ke rumah saudara atau posko pengungsian yang dibuka oleh pemerintah setempat.
Banjir Dipicu oleh Curah Hujan Tinggi dan Sistem Drainase Buruk
Pihak BPBD mengungkapkan bahwa banjir besar ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah curah hujan yang sangat tinggi selama beberapa jam berturut-turut. Selain itu, masalah klasik yang dihadapi oleh kawasan ini adalah sistem drainase yang buruk.
“Ini merupakan fenomena hujan deras yang cukup ekstrem. Ditambah lagi, drainase yang ada tidak mampu menampung air, sehingga aliran air sungai meluap dan masuk ke pemukiman warga,” jelas Dede Suherman, Kepala BPBD Kabupaten Bogor, dalam wawancara dengan media.
Pihak BPBD juga menyatakan bahwa mereka sudah melakukan upaya evakuasi warga dan penyaluran bantuan. Sebanyak 200 warga yang terdampak banjir telah dievakuasi dan dipindahkan ke tenda pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah setempat. Bantuan berupa makanan, selimut, dan peralatan darurat telah didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Pemerintah Siapkan Langkah Tanggap Darurat dan Perbaikan Infrastruktur
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui BPBD dan instansi terkait lainnya menyatakan bahwa mereka akan segera melakukan langkah tanggap darurat untuk mengatasi dampak banjir yang terjadi. Selain fokus pada evakuasi warga, pihak berwenang juga akan segera melakukan perbaikan saluran drainase dan melakukan normalisasi sungai agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Setelah proses evakuasi selesai, kami akan segera melakukan pemulihan, baik berupa perbaikan saluran drainase maupun normalisasi sungai. Kami juga akan mengidentifikasi titik-titik rawan banjir dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi masalah ini,” tambah Dede Suherman.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam, terutama pada musim hujan. Sosialisasi mengenai kesiapsiagaan bencana akan terus dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana alam seperti banjir dan longsor.
Kerugian Materi dan Psikologis Bagi Warga
Selain kerusakan fisik pada bangunan rumah dan harta benda, banjir juga menimbulkan dampak psikologis bagi warga yang terdampak. Banyak warga yang harus kehilangan barang-barang berharga mereka dan tinggal di tempat pengungsian sementara. Beberapa keluarga bahkan harus berpisah karena keterbatasan tempat penampungan.
“Selain rumah saya yang rusak, saya juga merasa kehilangan banyak barang yang tak bisa digantikan. Itu semua sudah hilang terbawa air.
Warga yang terdampak juga diberikan akses ke layanan psikologis untuk membantu mereka mengatasi trauma akibat bencana ini.
Prediksi Cuaca dan Antisipasi Banjir ke Depan
Penutupan: Kesiapsiagaan dan Solidaritas Masyarakat
Banjir yang terjadi di Cigombong ini menjadi peringatan bagi pentingnya persiapan menghadapi bencana.
Solidaritas dan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait juga menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana seperti ini.






