bogor – Benda Diduga Granat Warga di Desa Ciseeng, Bogor, dibuat terkejut saat menemukan satu benda mencurigakan saat membersihkan sampah di lahan kosong dekat rumahnya.

Baca Juga : Akses Stasiun Batutulis Ditargetkan Bisa Dilewati Motor Akhir Agustus
Benda tersebut tampak menyerupai granat manggis jenis granat tangan yang dikenal berbahaya.
Penemuan dilakukan pada tanggal Sabtu, 9 Agustus 2025, namun baru dilaporkan ke pihak berwenang pada Senin, 11 Agustus 2025
Setelah laporan diterima sore harinya, petugas dari Polsek Parung segera datang ke lokasi kejadian.
Area penemuan diamankan untuk mencegah hal tidak diinginkan dan menjaga situasi tetap kondusif
Kapolsek Parung, Kompol Maman Firmansyah, membenarkan bahwa benda tersebut memang diduga granat jenis manggis.
Warga sekitar sempat dibuat was-was dan panik saat mengetahui adanya benda berbahaya di area mereka.
Granat ditemukan di tengah tumpukan sampah—tepatnya saat warga hendak membersihkan lahan tersebut.
Kesadaran warga terhadap potensi bahaya benda asing sangat penting—dan hal ini terbukti.
Setelah diamankan, benda tersebut dibawa ke unit Denpal TNI Kodam III Siliwangi untuk pemeriksaan lebih lanjut
Tim Denpal memiliki fasilitas dan prosedur untuk menguji apakah benda tersebut benar granat aktif atau sekadar benda mirip granat.
Proses ini pemeriksaan sangat penting agar masyarakat bisa mendapatkan kepastian dan keamanan.
Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk selalu melaporkan temuannya kepada pihak berwenang secara cepat.
Ini bukan kali pertama granat ditemukan di wilayah Bogor—peristiwa serupa sebelumnya terjadi di kawasan Tamansari dan Empang.
Dalam ini penemuan sebelumnya, granat yang ditemukan di Tamansari ternyata merupakan granat rakitan dengan isi sekrup dan bahan peledak non-militer
Temuan lain di sekitar Alun-alun Empang juga menyebabkan penanganan serius oleh tim Jibom dan Gegana untuk mengamankan lokasi
Dalam konteks Ciseeng, penanganan juga mengikuti prosedur yang telah ditetapkan untuk
Petugas mengamankan area dengan pemasangan garis polisi agar warga tidak mendekat.
Proses ini evakuasi benda berbahaya memerlukan koordinasi antara kepolisian dan militer (Denpal






