Kericuhan Demo Sopir Angkot di Bogor, Tiga Anggota Dishub Jadi Korban
Bogor, 23 Oktober 2025 — Aksi unjuk rasa sopir angkot di Kota Bogor berakhir ricuh. Tiga anggota Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor menjadi korban pemukulan dan tendangan massa. Ketiganya sudah melapor ke Polresta Bogor.
baca juga : Air Sungai Cipakancilan Bogor Berubah Jadi Merah, Dinas LH Cari Penyebabnya
Kepala Dishub Kota Bogor Sujatmiko Buliarto membenarkan laporan tersebut. “Betul, hari ini tiga orang yang lapor polisi, saksinya empat. Kita lanjut proses hukum, para pelapor sudah di-BAP,” ujarnya. Ia menambahkan, para korban sempat dipukul dan ditendang saat demo berlangsung.
Aksi demo digelar di Balai Kota Bogor pada Kamis (23/10/2025). Awalnya berjalan tertib, situasi berubah saat massa mengejar dan melempari petugas Dishub yang berjaga. Para sopir menolak kebijakan pembatasan usia angkot serta menuntut agar angkot tua yang ditahan segera dikembalikan.
Kasat Reskrim Polresta Bogor AKP Aji Riznaldi mengatakan pihaknya sedang menyelidiki kasus tersebut. “Kami sudah mulai melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait dan mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian,” ujarnya. Ia menegaskan penyelidikan dilakukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab.
Kericuhan demo berdampak pada kemacetan di kawasan Sistem Satu Arah (SSA). Banyak penumpang terlantar karena angkot berhenti beroperasi. “Ada beberapa angkot yang langsung menuju Balai Kota dan menurunkan penumpang di jalan,” jelas Kapolresta Bogor Kota Kombes Eko Prasetyo.
Untuk mengantisipasi penumpang yang terlantar, pihak kepolisian bersama Kodim dan Pemkot Bogor menyiapkan sejumlah kendaraan, termasuk truk pengangkut. “Kami bantu semua penumpang agar bisa sampai tujuan,” kata Eko.
Ia juga mengimbau massa agar tetap tertib selama menyampaikan aspirasi. “Kami berharap para pengunjuk rasa menghormati masyarakat lain sehingga aspirasi tersampaikan dengan baik,” ujarnya.
baca juga : Saksi Bisu di Tubuh Bocah 6 Tahun Pembongkar Kejamnya Ibu Tiri
Menjelang sore, massa sopir akhirnya membubarkan diri. Namun mereka kecewa karena Wali Kota Bogor Dedie Rachim tidak menemui langsung perwakilan pengunjuk rasa. Para sopir tetap menolak pembatasan usia angkot, menuntut penghentian razia, dan meminta agar kendaraan mereka dikembalikan.






