Bogor – Sebuah konvoi supercar di Tol Kunciran, Tangerang, berubah menjadi kecelakaan menegangkan—Lamborghini berkelir putih mengalami kerusakan parah hingga remuk total.
Insiden ini terjadi pada Minggu pagi, 17 Agustus 2025, sekitar pukul 10.00 WIB di KM 15+200 jalur arah Serpong, saat mobil ini tengah melaju di lajur paling kanan dalam rombongan konvoi.
Foto dan video amatir yang tersebar di sejumlah media sosial memperlihatkan mobil yang ringsek, posisi melintang di bahu jalan tol—with bumper rusak, kap mesin terangkat, dan ban copot.
Melalui konvoi tersebut, kendaraan-kendaraan lain seperti McLaren, Subaru BRZ, dan Porsche turut serta—menandai adanya acara berkendara bersama supercar.
Kerusakan pada Lamborghini sangat parah. Bumper rusak berat, bodi kanan remuk, ban kanan depan robek, dan ban kanan belakang bahkan tercabut.
Konvoi supercar di jalan tol memang menarik perhatian, namun peristiwa ini menunjukkan bahwa kendaraan berperforma tinggi memerlukan pengendalian ekstra hati-hati.

Baca Juga : Beradik di Palembang Dianiaya Ayah, 1 Korban Ditusuk di Kepala
Tak sedikit pula kasus kecelakaan serupa yang melibatkan mobil mewah di jalan tol, seperti celaka di Malaysia yang merenggut nyawa pengemudi Lamborghini.
Hal ini mengingatkan pentingnya pelatihan mengemudi khusus untuk kendaraan performa tinggi agar aman di jalan umum.
Komunitas supercar dan event organizer hendaknya menerapkan protokol keselamatan ketat—termasuk kecepatan maksimal, pembatasan akses, dan briefing menyeluruh sebelum konvoi.
Dalam konteks Indonesia, infrastruktur tol kadang kurang mendukung kecepatan supercar, misalnya kondisi permukaan atau ruang gerak terbatas.
Kontak langsung dengan pagar pembatas di tol seperti terjadi dalam kecelakaan ini bisa menyebabkan kerusakan total hanya dalam hitungan detik.
Sementara itu, pemerintah dan pihak berwenang harus mengevaluasi aturan soal konvoi mobil mewah—agar kejadian serupa tidak terulang.
Masyarakat umum yang menyaksikan kejadian ini dari video viral di media sosial ramai membahas risiko mengemudi supercar di jalan tol.
Beberapa netizen memberi komentar pedas, misalnya kecepatannya dianggap tak perlu dan membahayakan






