Bogor – Menteri Koordinator Bidang yang terjadi di berbagai kota besar di Indonesia dalam beberapa hari terakhir telah memakan korban.
Sejumlah demonstran mengalami luka-luka, bahkan beberapa di antaranya dikabarkan meninggal dunia akibat bentrokan yang terjadi di tengah aksi.

Baca Juga : Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Menanggapi situasi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, angkat bicara dalam konferensi pers di Jakarta
Menteri Koordinator BidangDalam pernyataannya, Airlangga menyebut bahwa jatuhnya korban dalam aksi demonstrasi merupakan pukulan berat bagi Indonesia, baik secara sosial maupun politik.
“Demokrasi tidak seharusnya mengorbankan nyawa. Ini adalah saatnya kita semua menahan diri,” kata Airlangga dengan nada tegas namun prihatin.
Ia menyebut bahwa kebebasan berpendapat adalah hak setiap warga negara, namun harus tetap dalam koridor hukum dan etika.
Pemerintah, kata dia, sangat menyayangkan terjadinya kekerasan dalam demonstrasi yang seharusnya berjalan damai.
Bentrokan yang terjadi sebagian besar dipicu oleh provokasi, situasi massa yang tidak terkendali, serta eskalasi emosi di lapangan.
Dalam dua hari terakhir, aksi protes terjadi di Jakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, dan beberapa kota lain.
Aksi tersebut berkaitan dengan sejumlah isu nasional, mulai dari penolakan kebijakan ekonomi, hingga desakan revisi undang-undang kontroversial.
Sayangnya, sebagian aksi berlangsung ricuh, terutama saat massa mencoba menerobos barikade aparat keamanan.
Bentrokan tak terhindarkan, menyebabkan banyak korban luka di pihak demonstran maupun aparat.
Beberapa rumah sakit melaporkan adanya lonjakan pasien luka akibat aksi demonstrasi, terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa.
Data sementara menyebutkan setidaknya 5 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat demonstrasi yang meluas sejak akhir Agustus.
Airlangga mengatakan, kondisi ini dapat mengganggu stabilitas nasional dan menimbulkan trauma sosial yang mendalam.
“Setiap nyawa yang hilang adalah kehilangan besar bagi bangsa ini,” ujarnya.
Ia pun menyerukan agar semua pihak, baik pemerintah, aparat, maupun demonstran, kembali mengedepankan dialog sebagai solusi utama.
“Kita harus duduk bersama, bukan saling serang. Kalau kita terus terpecah, yang rugi adalah rakyat,” lanjut Airlangga.
Sejumlah aktivis HAM menilai aparat terlalu represif dalam menghadapi demonstran, terutama saat membubarkan massa dengan gas air mata dan tembakan peringatan.






