Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Tradisi Toleransi Pulo Geulis dalam Cap Go Meh di Kota Bogor

Skintific

Bogor – Tradisi Toleransi Pulo 7 September 2025 – Di tengah gemuruh perkotaan, ada sepotong kisah tentang harmoni dan toleransi yang terus hidup di sebuah sudut Kota Bogor: Pulo Geulis.

Pulo Geulis adalah sebuah kampung yang terletak di bantaran Sungai Ciliwung, tepat di jantung Kota Bogor.

Skintific

Wilayah ini dikenal bukan hanya karena keunikannya sebagai “pulau kecil” di tengah sungai, tetapi juga karena keberagaman masyarakatnya.

Tradisi Toleransi Pulo
Tradisi Toleransi Pulo

Selama puluhan tahun, warga Pulo Geulis hidup berdampingan dalam suasana multikultural, dengan penduduk beragama Islam, Kristen, dan Konghucu.

 

Baca Juga : Libur Maulid Nabi Sebanyak 12.321 Kendaraan Jalur Puncak Bogor

Setiap tahun, tradisi Cap Go Meh menjadi momen puncak dari perayaan Imlek yang menampilkan wajah toleransi khas Pulo Geulis.

Perayaan Cap Go Meh di kawasan ini tak hanya menjadi ritual keagamaan dan budaya etnis Tionghoa, tetapi juga menjadi ruang temu berbagai identitas.

Warga muslim, Kristen, hingga pemeluk kepercayaan lokal ikut terlibat aktif dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh.

Tidak jarang, para pemuda masjid ikut membantu mengatur arus lalu lintas saat barongsai dan liong digelar di jalanan kampung.

Ibu-ibu dari berbagai latar belakang agama memasak bersama di dapur umum, menyiapkan makanan untuk pengunjung dan peserta kirab budaya.

Salah satu tokoh masyarakat Pulo Geulis, Bapak Hendro, menyebut Cap Go Meh sebagai “perayaan semua warga”.

“Bukan cuma milik warga Tionghoa. Ini milik kita bersama. Toleransi itu bukan sekadar saling menghargai, tapi saling merayakan,” ujarnya.

Tidak hanya barongsai dan liong, ada juga pertunjukan marawis, angklung, hingga tanjidor yang menggambarkan perpaduan budaya lokal dan Tionghoa.

Ribuan warga dan wisatawan memadati gang-gang sempit Pulo Geulis untuk menyaksikan pawai budaya yang penuh warna.

Pemerintah Kota Bogor memberikan dukungan penuh dengan memfasilitasi keamanan dan logistik acara.

Wali Kota Bogor, Arya Rahman, menyatakan kebanggaannya atas keberlangsungan tradisi toleransi di Pulo Geulis.

“Ini bukan hanya soal budaya, tapi soal warisan nilai. Pulo Geulis adalah wajah asli Indonesia,” katanya.

Selain menjadi ajang silaturahmi antarwarga, Cap Go Meh di Pulo Geulis juga menjadi daya tarik wisata budaya.

Banyak wisatawan lokal hingga mancanegara sengaja datang untuk menyaksikan langsung bagaimana harmoni bisa tercipta dalam keragaman.

Skintific