Bogor – Viral Taksi Online Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pungutan liar (pungli) terhadap pengemudi taksi online di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, ramai dibagikan di media sosial pada Sabtu (9 November 2025). Dalam rekaman, pengemudi taksi online tampak diberhentikan oleh beberapa orang di sekitar SPBU Gadog, Kecamatan Ciawi, selepas sistem one-way diberlakukan
Kronologi Kejadian

Baca Juga : 3 Remaja Tersesat sampai Bensin Motor Habis Usai Ikuti Google Maps di Bogor
Menurut keterangan dari pihak kepolisian, kejadian bermula ketika pengemudi taksi online hendak membawa penumpang dari arah Puncak menuju Tol Jagorawi. Saat melintasi Jalan Raya Puncak yang sedang diberlakukan sistem satu-arah (one way), mobilnya dihentikan di sekitar SPBU Gadog.
Salah satu pelaku disebut meminta uang sebesar Rp 20 ribu agar pengemudi bisa melanjutkan perjalanan. Terjadi adu mulut antara pengemudi dan pelaku sebelum penumpang akhirnya menyerahkan uang tersebut
Tindakan Kepolisian
Kapolsek Ciawi, Dede Lesmana, menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penindakan. “Sudah saya amankan semalam di Gadog,” ujarnya terkait seorang pelaku yang berhasil ditangkap.
Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan untuk mengetahui lebih lanjut jaringan atau modus yang dipakai.
Dampak dan Sorotan Publik
Laporan dan video ini memunculkan keprihatinan publik terkait kondisi kepariwisataan dan transportasi di jalur wisata Puncak. Beberapa poin sorotan antara lain:
-
Pengemudi taksi online yang seharusnya menjalankan layanan bagi wisatawan dan masyarakat, justru menjadi korban pungli.
-
Penegakan hukum lokal perlu diperkuat agar jalur wisata tak menjadi tempat praktik pungutan tidak resmi.
-
Nominal Rp 20 ribu mungkin terlihat kecil, namun saat dilakukan seringkali ke banyak pengemudi bisa jadi beban kumulatif yang besar.
-
Wisatawan pun kemungkinan bisa terdampak—baik secara langsung maupun tidak langsung—karena tarif atau layanan yang terdistorsi akibat pungli.
Pernyataan Pihak Resmi
Kapolsek Ciawi menegaskan bahwa pihaknya akan menjalankan proses hukum dan memastikan bahwa titik-titik rawan pungli di kawasan wisata Puncak akan menjadi perhatian khusus. “Masih dalam proses pemeriksaan, nanti saya sampaikan hasilnya,” tambahnya.
Langkah Ke Depan dan upaya Pencegahan
Beberapa langkah yang perlu diperkuat agar kejadian serupa tidak terulang:
-
Pemasangan signage atau pengumuman resmi di jalur wisata bahwa pungutan di luar tarif resmi adalah ilegal.
-
Peningkatan patroli atau posko pengaduan di titik-titik rawan seperti SPBU Gadog dan jalur one way di Puncak.
-
Sosialisasi kepada pengemudi taksi online dan transportasi umum lainnya agar tahu hak dan kewajiban ketika melewati jalur wisata.
-
Pengawasan dari instansi terkait seperti Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor, Dinas Perhubungan, dan Kepolisian Resort guna menciptakan jalur wisata yang aman dan bebas pungli.
Penutup
Kejadian yang viral tersebut menjadi pengingat bahwa meskipun kita berada di lokasi wisata populer seperti Puncak Bogor, aspek pelayanan publik dan transportasi masih memerlukan perhatian serius — termasuk perlindungan untuk para pengemudi taksi online yang menjalankan tugas mereka.
Dengan penindakan cepat dari pihak kepolisian dan langkah pencegahan yang tepat, diharapkan jalur wisata akan semakin bersih dari praktik pungli dan menjadi pengalaman yang nyaman bagi pengemudi maupun wisatawan.






