Koran Bogor – Proyek konstruksi di kawasan Tamansari, Kota Bogor, memicu masalah serius bagi warga sekitar. Saluran drainase yang tersumbat material proyek mengakibatkan banjir melanda permukiman warga, sementara batu-batu berserakan memenuhi badan jalan dan membahayakan pengguna lalu lintas.
Persoalan drainase tersumbat Bogor di Tamansari ini bukan kejadian baru. Warga setempat melaporkan bahwa sejak proyek konstruksi berjalan, saluran air di sekitar lokasi kerap mampet akibat lumpur, kerikil, dan material bangunan yang masuk ke dalam gorong-gorong. Setiap kali hujan deras turun, air langsung meluap ke jalan dan masuk ke halaman rumah warga.
Salah satu warga Tamansari mengungkapkan kekecewaannya terhadap pihak pelaksana proyek yang tidak memasang pengamanan memadai di sekitar lokasi galian. Batu-batu sisa pengerjaan konstruksi berserakan di sepanjang jalan dan membuat pengendara motor maupun pejalan kaki kesulitan melintas dengan aman.
Baca Juga : Bupati Bogor Larang ASN Minta THR ke Pengusaha
“Setiap hujan pasti banjir. Batu-batunya juga tidak pernah dibersihkan, berbahaya sekali untuk pengendara,” keluh salah satu warga setempat.
Warga mendesak Pemerintah Kota Bogor untuk segera turun tangan menegur kontraktor pelaksana proyek. Mereka meminta pihak berwenang mewajibkan kontraktor membersihkan material yang menyumbat drainase dan memastikan pengelolaan limbah konstruksi berjalan sesuai standar keselamatan lingkungan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bogor perlu mengambil tindakan tegas terhadap pelaksana proyek yang mengabaikan dampak lingkungan sekitar lokasi konstruksi. Pengawasan berkala terhadap proyek-proyek aktif di wilayah padat penduduk menjadi keharusan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Penanganan drainase tersumbat Bogor di Tamansari harus menjadi prioritas segera, mengingat curah hujan di Kota Bogor masih tinggi dan potensi banjir susulan sewaktu-waktu bisa kembali merugikan warga yang tidak bersalah.






